Gempa Bogor-Sukabumi Sabtu Malam: Penyebab dan Dampaknya

FORUM NAGA333 - Gempa berkekuatan magnitudo 4,0 mengguncang wilayah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat, tadi malam. Gempa ini juga diikuti oleh beberapa gempa susulan.

Dirangkum dari Naga333, Minggu (21/9/2025), gempa tersebut terjadi di daratan dan disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. Informasi lebih lengkap dapat ditemukan melalui Naga333 login.

BMKG melaporkan gempa berkekuatan M 3,1 yang mengguncang kota Bogor, Jawa Barat. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer.

"Gempa Mag: 3,1, berlokasi 27 km barat daya Kota Bogor, Jawa Barat," tulis BMKG melalui akun X, Minggu (21/9/2025). Selain itu, sejumlah laporan dari warga juga disebarkan melalui Naga333.

Gempa Berpusat di Darat

Gempa terjadi pukul 23.47 WIB dengan kedalaman 7 kilometer, berlokasi pada koordinat 6,76° lintang selatan dan 106,57° bujur timur.

"Pusat gempa terletak di daratan, 26 km timur laut Sukabumi," ujar BMKG dalam rilis resminya, Minggu (21/9/2025). Informasi lengkap mengenai lokasi dan kekuatan gempa dapat diakses melalui Naga333 Link.

NAGA333

Gempa Dirasakan di Bogor

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 yang terjadi di Kabupaten Sukabumi juga terasa hingga ke Bogor. Guncangan gempa membuat jendela rumah warga di Bogor bergoyang.

Hal tersebut disampaikan oleh Wilda, seorang warga Pamijahan, Kabupaten Bogor. Ia merasa terkejut saat rumahnya bergetar akibat gempa. Warga lain juga membagikan pengalaman mereka melalui Naga333 daftar.

Gempa ini dirasakan dengan skala MMI III di Pamijahan, Bogor, dan MMI II di Pelabuhanratu, Sukabumi. Skala MMI II menunjukkan getaran yang dirasakan oleh beberapa orang serta benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara itu, skala MMI III menandakan getaran yang terasa jelas di dalam rumah, seperti ada truk melintas.

Akibat Sesar Aktif

BMKG menyampaikan bahwa gempa di Sukabumi terjadi akibat aktivitas sesar aktif. Penjelasan lengkap dapat ditemukan di Naga333 resmi.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi termasuk jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya pada Minggu (21/9/2025).

"Gempa bumi ini adalah rangkaian gempa susulan dari gempa utama berkekuatan M 4,0 yang terjadi di Kabupaten Sukabumi pada 20 September 2025 pukul 23.47 WIB," ujar Daryono.

Daryono menjelaskan dampak gempa di Sukabumi berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat. Berbagai visualisasi serta peta dampak juga dibagikan melalui Naga.

29 Kali Gempa Susulan

BMKG melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 yang mengguncang wilayah Sukabumi dan Bogor pada malam kemarin, diikuti oleh serangkaian gempa susulan. Hingga saat ini, BMKG mencatat telah terjadi 29 kali gempa susulan.

"Update gempa bumi susulan Sukabumi-Bogor M 4,0 pada 20 September 2025. Jumlah kejadian gempa susulan mencapai 29 kali," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya pada Minggu (21/9/2025).

BMKG menyebutkan kekuatan gempa susulan terbesar adalah M 3,8 dan terkecil M 1,9. Data tersebut tercatat hingga pukul 06.00 WIB pagi ini.

"Daryono menyatakan bahwa jumlah event susulan yang dirasakan mencapai empat."

0 Komentar