Gara-gara Jual Pemain Ini dan Pecat Igor Tudor, Juventus sampai Disemprot Pebasket NBA
Pebasket milik Chicago Bulls yang juga pendukung setia Juventus itu menilai keputusan tim idolanya dalam beberapa tahun terakhir menjadi sumber menurunnya prestasi klub.
Hal ini dimulai dari pemecatan Igor Tudor yang kemudian digantikan oleh Luciano Spalletti.
Menurut Vucevic, keputusan menggantikan Tudor dengan Spalletti terlalu cepat diambil manajemen I Bianconeri.
“Spalletti, tentu saja adalah pelatih berpengalaman. Namun, saya harus mengatakan saya merasa kasihan pada Igor Tudor,” ucapnya dikutip NAGA333 dari La Gazzetta dello Sport.
Di mata pebasket berusia 35 tahun itu, seharusnya manajemen Si Nyonya Tua memberikan waktu lebih banyak untuk Tudor.
Apalagi dengan keberhasilan Tudor membawa klub bangkit musim lalu sehingga bisa finis di zona Liga Champions.
“Saya pikir dia melakukan pekerjaan dengan baik. Mungkin dia tidak punya cukup waktu untuk mempraktikkan keyakinan sepak bolanya,” tambah Vucevic.
Tak hanya menyayangkan pemecatan Tudor, Vucevic juga mengkritik Juventus yang menjual pemain muda dari akademi, Dean Huijsen, dengan harga murah.
Dilansir dari sumber yang sama, Vucevic merasa keputusan Juventus menjual Huijsen dengan harga murah adalah hal yang tak masuk akal. Bek muda berusia 20 tahun itu dulunya adalah pemain didikan akademi I Bianconeri pada 2021-2023. Namun pada musim panas 2024, tim asal Turin itu melepasnya ke Bournemouth dengan biaya 15 juta euro (Rp289 miliar). Hanya butuh setahun, Huijsen berhasil membuktikan kualitasnya yang membuat dia dipinang Real Madrid dengan biaya 62,5 juta euro (Rp1,2 triliun). Hal ini membuat pebasket asal Montenegro itu geram bukan kepalang karena Juventus kehilangan pemain berbakat yang bisa saja menjadi tulang punggung tim. Apalagi Huijsen justru hengkang dengan harga relatif murah yang membuat Si Nyonya Tua juga merugi dari sisi ekonomi. “Tahukah Anda apa yang paling mengganggu saya sebagai penggemar berat? Saya sungguh tak terima dengan banyak pemain muda hebat yang dikorbankan, yang dijual dengan harga murah,” ujarnya. “Saya menganggap penjualan Dean Huijsen seharga 15 juta euro misalnya, absurd.” “Dia adalah pemain yang saat ini bermain bagus di Real Madrid dan dianggap sebagai salah satu bek muda terbaik di dunia. Sayangnya, masih banyak contoh lainnya,” pungkas Vucevic. Terlepas dari penjualan Huijsen tersebut, Juventus saat ini memasuki era baru bersama Luciano Spalletti. Di bawah arahan eks pelatih Napoli itu, Tim Putih Hitam belum terkalahkan dalam dua pertandingan terakhirnya. Dua hasil itu adalah kemenangan atas Cremonese dengan skor 2-1 dan hasil imbang 1-1 kontra Sporting CP. Di partai selanjutnya, Manuel Locatelli dan kawan-kawan akan menjalani laga derbi kontra tim sekota, Torino. Pertandingan bertajuk Derby della Mole ini akan tersaji di pekan ke-11 Liga Italia 2025-2026 pada Minggu (9/11/2025) WIB.
Dilansir dari sumber yang sama, Vucevic merasa keputusan Juventus menjual Huijsen dengan harga murah adalah hal yang tak masuk akal. Bek muda berusia 20 tahun itu dulunya adalah pemain didikan akademi I Bianconeri pada 2021-2023. Namun pada musim panas 2024, tim asal Turin itu melepasnya ke Bournemouth dengan biaya 15 juta euro (Rp289 miliar). Hanya butuh setahun, Huijsen berhasil membuktikan kualitasnya yang membuat dia dipinang Real Madrid dengan biaya 62,5 juta euro (Rp1,2 triliun). Hal ini membuat pebasket asal Montenegro itu geram bukan kepalang karena Juventus kehilangan pemain berbakat yang bisa saja menjadi tulang punggung tim. Apalagi Huijsen justru hengkang dengan harga relatif murah yang membuat Si Nyonya Tua juga merugi dari sisi ekonomi. “Tahukah Anda apa yang paling mengganggu saya sebagai penggemar berat? Saya sungguh tak terima dengan banyak pemain muda hebat yang dikorbankan, yang dijual dengan harga murah,” ujarnya. “Saya menganggap penjualan Dean Huijsen seharga 15 juta euro misalnya, absurd.” “Dia adalah pemain yang saat ini bermain bagus di Real Madrid dan dianggap sebagai salah satu bek muda terbaik di dunia. Sayangnya, masih banyak contoh lainnya,” pungkas Vucevic. Terlepas dari penjualan Huijsen tersebut, Juventus saat ini memasuki era baru bersama Luciano Spalletti. Di bawah arahan eks pelatih Napoli itu, Tim Putih Hitam belum terkalahkan dalam dua pertandingan terakhirnya. Dua hasil itu adalah kemenangan atas Cremonese dengan skor 2-1 dan hasil imbang 1-1 kontra Sporting CP. Di partai selanjutnya, Manuel Locatelli dan kawan-kawan akan menjalani laga derbi kontra tim sekota, Torino. Pertandingan bertajuk Derby della Mole ini akan tersaji di pekan ke-11 Liga Italia 2025-2026 pada Minggu (9/11/2025) WIB.

0 Komentar