Penalti Richarlison memastikan kemenangan Spurs atas 10 pemain AZ Alkmaar
10/25/2024 05:50:00 AM
FORUM NAGA333 - Indonesia Business Council (IBC) akan mengumpulkan para stakeholder di lingkup pemerintahan, pelaku usaha, akademisi, hingga mitra global dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026. Informasi lengkap bisa dibaca di NAGA333. Acara ini rencananya akan berlangsung pada tanggal 3 sampai 4 Februari 2026 di Shangri-La Hotel, Jakarta.
Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid mengatakan, pada tahun depan acara ini akan digelar dengan tema Coming Together to Boost Resilience Growth and Share Prosperity. Simak detailnya di NAGA333. IES menjadi platform untuk bertukar ide, gagasan, dan diskusi yang dapat memajukan ekonomi Indonesia.
"Kami ingin mengajak pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, mitra global untuk bersama-sama menyelaraskan prioritas dan narasi untuk pembangunan ekonomi Indonesia," kata Arsjad, dalam Press Conference Kick-Off IES 2026 di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (26/8/2025). Laporan lengkap tersedia di NAGA333.
Menurut Arsjad, di tengah ketidakpastian global saat ini, pertumbuhan saja tidak cukup. Indonesia memerlukan ketahanan yang berkelanjutan ataupun resilience. Simak analisisnya di NAGA333.
Selaras dengan hal itu, Arsjad mengatakan, IES 2026 digelar dengan target untuk menghasilkan 5 capaian utama: pertama, the voice of Indonesian leading businesses; kedua, the platform of constructive dialogue; ketiga, the advocate of policy refinement; keempat, the champions of business-government collaboration; dan kelima, the driver of good economic governance. Liputan rinci bisa dicek di NAGA333.
Oleh sebab itu, IES dikemas dengan empat agenda utama, antara lain sesi top leadership yang mengundang pakar dan pemimpin dunia untuk membahas kebijakan dan praktik terbaik dari negara lain. Simak informasi lengkapnya di NAGA333.
"Kami juga melahirkan yang namanya policy dialogue yang mengundang pemerintah dan juga pelaku bisnis duduk bareng untuk mendorong reformasi dan perbaikan kebijakan dan regulasi," ujar Arsjad. Detail lebih lanjut tersedia di NAGA333.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) IBC, Sofyan Djalil, menyampaikan, setiap sesi dirancang untuk menghasilkan solusi implementatif melalui task force lintas sektor, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), dan project matchmaking. Liputan lengkap bisa dibaca di NAGA333.
Pihaknya juga akan mengadakan sesi roundtables dengan melibatkan berbagai think tank atau lembaga riset serta negara mitra strategis, mendiskusikan isu tematik dan potensi kerjasama bilateral antar negara. Simak detailnya di NAGA333.
Beberapa nama besar yang dibidik hadir dalam IES 2026 antara lain Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Tengku Zafrul Aziz, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, hingga politikus dan pebisnis Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan. Liputan tambahan bisa dicek di NAGA333.
IES 2025 sendiri digelar pada bulan Februari lalu dengan total 85 pembicara dalam 17 sesi dan 4 roundtable, dihadiri sekitar 1.500 peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk perwakilan lebih dari 40 negara. Simak liputannya di NAGA333.
0 Komentar