Kualifikasi Piala Dunia 2026 - Maaf Ekitike, Tak Ada Tempat bagimu walau Menggila di Liverpool
Sejak direkrut The Reds musim panas ini, penyerang 23 tahun tersebut tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dan langsung moncer.
Dalam tiga pertandingan awal Liverpool, Hugo Ekitike mencetak tiga gol yang tersebar di Community Shield dan Liga Inggris.
Pemain rekrutan dari Eintracht Frankfurt melesakkan dua butir di antaranya untuk membawa The Reds sempurna di Premier League 2025-2026.
Ia mencetak satu gol ke gawang Bournemouth dan Newcastle yang berujung kemenangan beruntun pasukan Arne Slot.
Ukira dua gol itu melontarkan Ekitike ke puncak daftar top scorer sementara bersama tujuh pemain lain.
Namun, di kalangan pemain baru, hanya dia dan Viktor Gyokeres (Arsenal) yang masuk daftar spesial ini.
Start kencang Ekitike meneruskan tren ketajamannya musim lalu di Frankfurt.
Ia menceploskan 15 gol dalam 33 pertandingan Bundesliga, terbanyak dalam kariernya untuk rapor semusim.
Performa tersebut menjustifikasi Liverpool guna merekrutnya seharga 95 juta euro atau setara 1,8 triliun rupiah ke Anfield.
Akan tetapi, kecemerlangan Ekitike tak cukup mendatangkan tiket masuk ke timnas Prancis. Pelatih Les Bleus, Didier Deschamps, masih mengabaikannya. Dia tak memanggil Ekitike ke dalam daftar 23 pemain untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. Prancis akan menjalani dua pertandingan di Grup D Zona Eropa menghadapi Ukraina (5/9/2025) dan Islandia (9/9/2025). Bukan Ekitike, Deschamps justru memanggil rekan seangkatannya di level junior, Maghnes Akliouche, untuk sepasang laga tersebut. Winger AS Monaco itu berkesempatan mendahului Ekitike buat melakoni debut di timnas senior. Deschamps mengungkapkan alasan pencoretan Ekitike dan lebih memilih Akliouche. Sosok peraih gelar Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih itu menyoroti perbedaan fungsi mereka di lapangan. Ekitike dan Akliouche punya fitur berbeda Deschamps menilai Ekitike lebih bertipe seorang penyerang, di mana sang pelatih memiliki stok yang cukup buat sektor itu. Sementara itu, Akliouche bermain lebih melebar. Tenaganya diperlukan untuk menusuk dari sayap penyerangan. "Hugo, mungkin Anda sekarang lebih memperhatikannya karena dia bermain di Liverpool," ucap Deschamps, seperti dikutip NAGA333 dari laman FIFA. "Tetapi bahkan sebelum itu, berdasarkan apa yang sudah dia lakukan musim lalu, kami sudah memantaunya ketika di Frankfurt." "Di sana dia menjalani musim yang sangat baik. Itu sangat baik baginya." "Fakta bahwa dia sekarang di Liverpool dan tetap bermain efektif adalah hal yang bagus." “Tentu saja ada persaingan ketat untuk posisi itu (striker). Maghnes, di sisi lain, lebih merupakan pemain sayap." "Dia menjalani musim yang bagus bersama AS Monaco dan memiliki banyak kualitas teknis." "Masih ada ruang untuk perbaikan – terutama dalam hal menjadi lebih efisien, yang bisa membuatnya semakin menonjol, tapi dia memiliki potensi untuk mencapai hal-hal yang
sangat menarik," kata Deschamps lagi.
Akan tetapi, kecemerlangan Ekitike tak cukup mendatangkan tiket masuk ke timnas Prancis. Pelatih Les Bleus, Didier Deschamps, masih mengabaikannya. Dia tak memanggil Ekitike ke dalam daftar 23 pemain untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. Prancis akan menjalani dua pertandingan di Grup D Zona Eropa menghadapi Ukraina (5/9/2025) dan Islandia (9/9/2025). Bukan Ekitike, Deschamps justru memanggil rekan seangkatannya di level junior, Maghnes Akliouche, untuk sepasang laga tersebut. Winger AS Monaco itu berkesempatan mendahului Ekitike buat melakoni debut di timnas senior. Deschamps mengungkapkan alasan pencoretan Ekitike dan lebih memilih Akliouche. Sosok peraih gelar Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih itu menyoroti perbedaan fungsi mereka di lapangan. Ekitike dan Akliouche punya fitur berbeda Deschamps menilai Ekitike lebih bertipe seorang penyerang, di mana sang pelatih memiliki stok yang cukup buat sektor itu. Sementara itu, Akliouche bermain lebih melebar. Tenaganya diperlukan untuk menusuk dari sayap penyerangan. "Hugo, mungkin Anda sekarang lebih memperhatikannya karena dia bermain di Liverpool," ucap Deschamps, seperti dikutip NAGA333 dari laman FIFA. "Tetapi bahkan sebelum itu, berdasarkan apa yang sudah dia lakukan musim lalu, kami sudah memantaunya ketika di Frankfurt." "Di sana dia menjalani musim yang sangat baik. Itu sangat baik baginya." "Fakta bahwa dia sekarang di Liverpool dan tetap bermain efektif adalah hal yang bagus." “Tentu saja ada persaingan ketat untuk posisi itu (striker). Maghnes, di sisi lain, lebih merupakan pemain sayap." "Dia menjalani musim yang bagus bersama AS Monaco dan memiliki banyak kualitas teknis." "Masih ada ruang untuk perbaikan – terutama dalam hal menjadi lebih efisien, yang bisa membuatnya semakin menonjol, tapi dia memiliki potensi untuk mencapai hal-hal yang
sangat menarik," kata Deschamps lagi.
0 Komentar