Pantas Inkonsisten, Bintang Chelsea Sebut 1 Kelemahan Terbesar Timnya

Di musim 2025-2026, Chelsea tampak sulit untuk mendapatkan kemenangan dan kerap kehilangan poin berharga. Hal ini terlihat di beberapa ajang seperti Liga Inggris dan juga Liga Champions di mana The Blues kerap kehilangan poin karena comeback lawan. Di kancah domestik, tim asal London Barat itu mendapatkan hasil-hasil minor kendati sempat unggul lebih dulu. Sebagai contoh dalam pertandingan kontra Sunderland, Chelsea sempat unggul cepat lewat Alejandro Garnacho sebelum akhirnya di-comeback lewat gol Wilson Isidor dan Chemsdine Talibi. Hal serupa terjadi di laga kontra Brighton di mana The Pensioners sempat unggul lewat Enzo Fernandez sebelum akhirnya tumbang di babak kedua dengan skor 1-3. Terkini, penyakit tim besutan Enzo Maresca itu kembali kambuh di Liga Champions usai ditahan imbang tim antah berantah, Qarabag, dengan skor 2-2. Padahal di laga tersebut, tim dengan seragam utama berwarna biru-biru ini unggul lebih dulu lewat Estevao Willian. Tetapi, skor dibalikkan lawan sebelum Chelsea menyamakan kedudukan lewat Garnacho. Mengenai hal ini, Joao Pedro punya pendapatnya sendiri mengapa timnya kerap mendapatkan hasil inkonsisten.



Dilansir NAGA333 dari The Standard, Pedro merasa Chelsea mengalami kesulitan berkonsentrasi untuk melakoni pertandingan penuh. Hal ini disampaikannya usai laga kontra Qarabag di mana dia meminta timnya untuk fokus selama pertandingan agar bisa mendapatkan hasil maksimal. “Kami bermain di Liga Champions. Jika ingin menang, kami harus 100 persen fokus sepanjang laga,” tutur Pedro. Penyerang asal Brasil itu kemudian meminta agar rekan-rekannya belajar untuk bisa fokus sepanjang pertandingan. Pasalnya, kelemahan timnya ini tak hanya terjadi di Liga Champions melainkan juga di Liga Inggris. Jika terus menerus kehilangan konsentrasi di kancah domestik, dia khawatir timnya tak akan lolos ke Liga Champions musim depan. Apalagi saat ini persaingan memperebutkan lima posisi teratas amat ketat karena melibatkan tim-tim kuda hitam seperti Sunderland dan Bournemouth. “Kami perlu belajar bagaimana berkonsentrasi sepanjang pertandingan,” lanjut eks penyerang Brighton itu. “Karena jika kami mulai kehilangan poin di Liga Primer, akan sulit untuk kembali ke Liga Champions tahun depan,” pungkasnya. Di sisi lain, Enzo Maresca selaku pelatih Chelsea merasa kekurangan timnya ini tak lepas dari kondisi fisik para pemain. Terhitung sejak musim 2024-2025 berakhir, mayoritas pemain The Blues tak punya waktu istirahat yang lega karena harus bertanding di Piala Dunia Klub 2025. Di mata Maresca, ajang tersebut membuat anak asuhnya mendapatkan beban fisik berlebihan sehingga sulit bermain penuh dan rentan mengalami cedera. “Tujuannya adalah mengistirahatkan Moises Caicedo, Enzo Fernandez, Malo Gusto, dan pemain lainnya," ujar Maresca dikutip dari NAGA333. “Mereka tidak bisa bermain setiap tiga hari. Piala Dunia Klub sangat berpengaruh. Kami mencoba melakukan rotasi,” lanjutnya.

0 Komentar