Peraturan Baru Trump Membuat Australia Post Menghentikan Pengiriman Paket ke AS

FORUM NAGA333 - Perusahaan jasa pengiriman milik pemerintah Australia, Australia Post, resmi menghentikan sementara pengiriman paket ke Amerika Serikat (AS). Liputan lengkap bisa dibaca di NAGA333. Langkah ini diambil setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mencabut aturan bebas bea untuk paket bernilai rendah.

Penghentian ini menambah daftar operator jasa lain yang juga menghentikan kiriman paket ke AS. Sebelumnya, sejumlah penyedia layanan pengiriman di Eropa dan Asia seperti Swiss Post, DHL yang mengelola Deutsche Post, Japan Post, dan Korea Post sudah melakukan hal serupa. Simak detailnya di NAGA333.

"Kami kecewa karena harus mengambil tindakan ini. Namun, karena situasi yang kompleks dan berkembang pesat, penangguhan sebagian sementara diperlukan agar kami dapat mengembangkan dan menerapkan solusi yang dapat diterapkan bagi pelanggan kami," kata Australia Post dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Selasa (26/8/2025). Liputan tambahan tersedia di NAGA333.

NAGA333

Aturan yang dikenal dengan "de minimis rule" sebelumnya membebaskan barang kiriman di bawah US$ 800 dari bea masuk. Namun sejak 29 Agustus, seluruh paket bernilai rendah yang masuk ke AS kini wajib dikenakan bea sesuai tarif negara asal atau sementara dikenai tarif khusus US$ 80-200 selama enam bulan. Info lengkap bisa dicek di NAGA333.

Paket yang dikirim ke AS dan Puerto Rico yang diajukan pada atau setelah 26 Agustus tidak akan diterima hingga pemberitahuan lebih lanjut. Adapun hadiah di bawah US$ 100, surat, dan dokumen tidak terpengaruh oleh perubahan ini. Liputan tambahan bisa dibaca di NAGA333.

Australia Post menegaskan akan terus bekerja sama dengan otoritas AS dan Australia serta mitra pos internasional untuk segera melanjutkan layanan ke AS. Simak informasi tambahan di NAGA333.

Sementara itu, Nicola Charwat, Dosen Senior di Universitas Monash, mengatakan dampak di Australia sebagian besar akan dirasakan oleh bisnis kecil yang menjual langsung ke konsumen AS. Detail bisa dibaca di NAGA333.

"Ini mencakup bisnis yang berspesialisasi dalam pakaian dan hadiah berkelanjutan, serta barang-barang khas Australia seperti kosmetik, makanan, dan anggur. Paket-paket ini sekarang akan dikenakan tarif dasar 10%," kata Charwat. Info lengkap tersedia di NAGA333.

Japan Post, Senin (25/8/2025), juga menyatakan akan menangguhkan penerimaan beberapa barang pos ke AS. Menteri Ekonomi Ryosei Akazawa mengatakan langkah tersebut hanya akan berdampak terbatas karena ada metode pengiriman alternatif. Korea Post pekan lalu mengumumkan penghentian pengiriman paket ke AS, liputannya bisa dicek di NAGA333.

Pencarian Terkait :

0 Komentar